omaku sayang

November 10th, 2006 by dianajelita

Oma d namanya Zaidar, satu2nya orang dengan pure blood padang di keluarga d yang campuran aneka rupa ras dimuka bumi. umurnya 86 tahun, masih bisa dibilang fit untuk orang2 seumurnya. walopun pelan2 tapi masih jalan2 seantero rumah. dari dulu oma paling rajin olahraga setiap pagi..jalan2 sekitar kompleks. kalo ga lagi pusing juga oma masih suka jalan pagi. Oma juga paling taat beribadah.."jangan lupa yang lima waktu" itu nasehat yang paling sering oma bilang sama semua orang.

Udah 9 tahun oma tinggal dirumah ini, sejak opa meninggal. Oma kangen opa..tapi ga pernah keliatan sedih.."kan suatu hari juga oma akan kembali" katanya gitu.

Oma pernah cerita gimana oma dulu dijodohin sama opa, dan baru pertama kali ketemu opa di pelaminan on the day they married. "kenapa oma mau dijodohin? nanti kalo ternyata oma ga suka sama opa gimana?" d tanya gitu. "inilah kekuasaan Tuhan" katanya. "begitu oma liat opa..oma merasa sayang pada opa..dan opa pun sayang pada oma" ah..incredibly sweet..

Akhir2 ini oma sering mengeluh pusing..hari ini dia tidur seharian, ga mau makan dan minum. setelah dibujuk2 akhirnya mau juga..d bawain makanan ke kamarnya karena oma males naek ke dapur. d tungguin oma makan..sambil batuk2 dan ngeluh kenyang tapi abis juga makanan nya.

i love her..

kadang2 d bosen juga dengerin dia cerita 8x hal yang sama dalam satu jam

kadang2 d males juga harus duduk nemenin dia nonton tv (atau tidur di depan tv)

kadang2 d juga sibuk sendiri dan ogah nemenin dia tidur di kamar bawah

but i dont know what am i gonna do if i lose her

"oma kurus sekarang..timbangan oma hanya 39kilo" katanya

"oma harus makan yang banyak biar gendut lagi" d rayu biar oma makan banyak

"ah, nanti kalo oma udah ga ada,,orang jadi berat angkat oma. kalo oma kurus kan gampang orang angkat oma" dia jawab lagi..ah oma, jangan bilang gitu..

"iya kalau waktunya tiba, oma berdoa supaya Tuhan ambil dengan mudah..jangan oma sakit2 biar oma ngga bikin orang repot" lagi2 kata2 oma yang bikin d sedih..

"oma selalu berdoa supaya anak2 dan cucu2 oma semua sehat2..dimudahkan dan lapang jalannya..dan tidak lupa yang 5 waktu.."

ah oma..omaku sayang..

semoga panjang umur, sehat selalu dan tentram hatimu..

jangan pernah tinggalin d ya oma..

Awan in my mind

September 18th, 2006 by dianajelita

“Flight attendants takeoff position please” begitu kata suara pak pilot dari speaker. Di jendela pemandangan berganti cepat, dari horizontal mulai miring2 beberapa derajat..sampai d tau roda pesawat dah ga napak.

Kecil..kecil..kehidupan dibawah keliatan semakin kecil..little creatures di huge earth. Semua little stuff in my mind berganti..hanya ada d dan angkasa. Heading to langit biru..ga berapa lama gumpalan2 putih dengan gurat2 halus sudah terasa dekat. Sangat lembut sepertinya..mengundang tangan d ingin meraih..ah andai boleh buka jendela dan menjumput awan..

I use to have a happy place in my mind..place to go at bedtime, during kusut head and busy mind..yaitu kasur awan..didekat bulan..dan kalo ga bisa ke kasur awan, maka kasur d dikamar pun boleh lah..hanya saja perlu substitusi blanket of clouds..hehe..nyaman sekali rasanya. There I was then, between those puffy clouds..

Bagaimana ya caranya, d perlu segumpal awan untuk mengisi seprai, jadi selimut, dan kalau masih ada sisa bisa untuk mengisi sarung bantal.. Ah..bisakah dibawa pakai plastik? Atau adakah derek di belakang pesawat? Atau mungkinkah dijual di gift-shop pesawat?

do u know this song..?

..Kulihat awan, seputih kapas..

..arak-berarak dilangit luas..

..andai kudapat kesana terbang..

..akan kuraih, kubawa pulang..

Ah..bagaimana ini? D sedang terbang disana, tapi ga bisa meraih..apalagi membawa pulang..jendela ini memang pelit..hhh..

Men should have PMS

September 5th, 2006 by dianajelita

Suatu malam d tengah membaca menjelang tidur. I laid peacefully dikelilingi bantal2 nyaman dan sebuah buku induksi tidur yang malam itu mengenai demam tifoid (buat bikin ngantuk sakti banget nih buku..d selalu tewas sebelum paragraf kedua ^-^) it was a fine night with dim light from my desk lamp..

tiba2 rasa sakit menyerang di perut kiri bawah, terasa seperti ditusuk2, dirasakan mendadak, tidak hilang timbul melainkan terus-menerus, semakin lama semakin berat, menjalar sampai ke punggung bawah, tidak disertai keringat dingin, tidak disertai mual-muntah, sudah pernah dialami sebelum ini (memangnya anamnesis?)

d gamau bergerak, berpegangan pada pagar tempat tidur karena kesakitan..d kira d akan melahirkan kuda poni dari punggung..hehe..but that thought bikin d ketawa dan malah jadi tambah sakit..ok, not a right time for funny thought ^-^ sedikit meringis tp 10menit kemudian rasa sakit mereda..goody.. itu baru keluhan secara anatomis dari monthly period. sebagai variasi ditambah sakit kepala dan rasa ditonjok2 diperut and below..

Belum secara fisiologis hormon2 rules my head..yes i know it’s my hormones tp tetep aja klo cowo bilang “kmu knp sih, pms ya?”terasa sbg pelecehan besar2an thd perasaan d..emangnya yg d betein itu ga penting? (Padahal memang sangat ga penting..seperti d menangisi lollipop yang hilang ^-^) but from inside of the hormonal bubble it seems so real and reasonable to feel bad..i mean..that poor lollipop pasti kesepian tersesat entah dimana..

well ok sbg cw d berusaha nyadar klo lg pms emang inevitable sensy dan brusaha not to be overreacted..kadang2 d jd menghindari situasi2 yg bikin reaktif aja.. but men should try to have pms once in a while..that’d be a nice experience to understand women better..dan mungkin sedikit hiburan jg..hehe ^-^

Mendung

August 31st, 2006 by dianajelita

Bandung mendung..
Awan bergelantung..
Menggelembung..
blendung-blendung..

Zesty!!

August 25th, 2006 by dianajelita

Zest (n) according to

Cambridge

dictionary of English: excitement; enthusiasm; eagerness; energy and interest.

What a great way to live. Add life to your days.

Terimakasih.

August 13th, 2006 by dianajelita

Terimakasih jantung, paru-paru, otak, mata, hidung, telinga, kaki dan tangan serta jari2, otot, pembuluh darah, saraf,  dan semuanya. Terimakasih telah berfungsi dengan baik sehingga saya hidup dan sehat. bernafas, berpikir, melihat bintang, memegang gelas, berjalan, merasa.

Terimakasih udara, air, tanah, matahari, bulan, bintang, awan, pohon, angin, dan semuanya. Setiap hari membuat saya bisa hidup, dan menikmati bumi. mentari terang, bulan yang lembut, awan terlukis beda setiap hari, pohon yang rantingnya kesanakemari meliuk2 tak pernah sama, ada celah dan teduh untuk istirah.

Terimakasih ayahibu, oma-opa, kakak2, teman2 semuanya, tetangga, dosen2, pasien2, orang2 dijalan, semua stranger, yang hadir mewarnai terang-gelap dengan semua nuansa, dan mengalir bersama dalam hidup saya.

Terimakasih Tuhan, untuk segalanya yang pernah, sedang dan akan ada.

Alone but not lonely.

August 9th, 2006 by dianajelita

Ini minggu kedua dari liburan besar saya setelah 2 tahun berKoAss ria di rumah sakit. Teman-teman saya sudah berangkat ke cianjur dan

bogor

untuk program public health. Kloter saya sendiri baru akan berangkat 2 bulan lagi setelah mereka pulang. Most of my friends ikut kloter pertama, sedih juga berpisah dari teman-teman yang setiap hari menceriakan hari saya. Tapi eventually gonna have to sih.

Berusaha menikmati kemalasan ternyata susah juga. Santai is fine, but jobless slowly kills u. Sementara terlalu banyak energi dalam cangkang ini, I sleep very late and wake up really early. Sesuatu yang kadang malah sulit semasa koass hehe.. Berusaha kreatif dan konstruktif mengerjakan ini-itu untuk mengisi libur ini, keeping my mind busy supaya tidak terlalu jauh larut dalam teori2 kusut dan emosi2 negatif yang datang bila bosan melanda..hehe. Memang kesibukan adalah obat terbaik untuk kesehatan jiwa, begitu kata Prof.Sulaeman yang saya ingat. Tapi tentunya tidak sampai workaholic.

Kemarin saya jalan-jalan ke rumahsakit untuk mengantar foto-foto, menyebar form buku angkatan ‘dokster’ <ide dan saran ditunggu> dan juga karena kangen suasana disana. Ketemu rian dan stella untuk ngobrol dan ngetem sebentar di ruang Koass kebidanan. Walaupun sedang flu dan radang tenggorokan tapi saya gentayangan di rumahsakit dengan senang hati. Siang harinya saya ngobrol2 dengan seorang teman mengenai segala sesuatu, dari anak anjing, prozac, ngomelmologi <ilmu ngomel namanya apa?> , sampai paham-paham nasionalis dan sedikit tentang Zen yang saya juga belum banyak mengerti. Maaf kalo ga banyak bantu soal mbah saryat dan warung kopi hehe. Tapi banyak input untuk personal growth dan semoga mengasah skill menulis yang belum seberapa ini, penyakit flight of ideas..kinda my thing, tp smg bisa disembuhkan hehe.. J

Sore hari saya mencoba capuccino circle-K yang menurut seorang teman ‘sangat adiktif’ dan ternyata oke juga. Tidak lama kemudian teman saya itu datang untuk memberikan cd yang saya cari dan sebuah cd ekstra piano plays..hehe..good music always make me feel good. Makasi ya greg!

Malam hari dirumah pilek dan sneezing kembali menjadi-jadi, tapi saya tetap tekun bermain game madcaps..horee..top score kembali ditempati oleh Diana the Amazing..sambil standby dekat2 hp karena seorang teman yang lain sedang curhat..ternyata cowo juga bisa rewel kalo curhat soal cewe. Tapi gapapa, it’s very understandable dan d dengan senang hati sumbang waktu, pikiran dan pulsa untuk partisipasi..semoga terbantu ya a!

Saya kita saya akan kesepian menjalani liburan ini karena semua orang pergi..

But I really thank people around me..for being who and where they are..

I’m alone but not lonely.

It’s getting late and I cant sleep, entah kebanyakan energi atau capuccino circle-K emang sakti mandraguna? Baru tidur 01:20 karena terpaksa..hingga pagi ini sakiter than ever dengan batuk dan bersin maligna..haha..ga akan kapok ^_^

Filosofi choki-choki

July 30th, 2006 by dianajelita

Siapa suka choki-choki? Coklat-pasta dalam bungkus silinder plastik sepanjang +/- 15cm, sedikit lebih gendut dari pinsil, yang semasa kecil sering ada dalam iklan di majalah Bobo langganan. Saya suka.

Dari dulu hingga sekarang ini, choki-choki masih kegemaran saya. Enak dan murah. Cukup sederhana untuk menceriakan hari saya. Choki-choki memang tidak semewah cadbury, tidak segaya toblerone, dan tidak sekeren fererro rocher. Hanya dengan 500perak saya dapat berlama-lama menikmatinya sendiri..karena tentu tidak ada yang mau berbagi walaupun saya tawarkan..mungkin dengan alasan higiene, hehe.

Sedikit sisa imaji masa kecil, rasa coklat yang lembut, murah dan ramah mengelus hati.

Coklat yang bersahaja dalam kesederhanaannya, kalau boleh sedikit puitis.

Tertib-ing :)

July 27th, 2006 by dianajelita

Hitting the street with strangers. Kegilaan dimulai. Angkot2 berjejal, jumlahnya memang lebih banyak dari jumlah penumpangnya. Saya heran siapa sebenarnya yang mengeluarkan izin trayek, apakah mereka tahu kalau

Bandung

sudah tidak perlu tambahan angkot? Dan apakah mereka tahu kalau kegilaan angkot setiap hari mengancam keselamatan pengguna jalan? Buat saya sendiri mungkin ancaman kesehatan jiwa. Sometimes make u wanna yell..

Kenapa ya susah sekali dibuat tertib? Kemajuan budaya suatu bangsa saya pikir bisa diukur dari ketertiban warganya dalam mengatur dirinya sendiri. Tapi kalau melihat angkot setiap hari rasanya…hhh…kenyataan memang kecut.

Saya sendiri bukan warga sempurna pecinta peraturan, tapi berusaha menjadi warga yang tertib. Saya tidak lupa pasang lampu sein walaupun sepi sekali di dalam kompleks sendiri. Pakai safety belt walaupun hanya menempuh jarak 500m.Saya berhenti di lampu merah walaupun jalan kosong jempling, kecepatan di jalan tol dijaga 70km/jam (min 60, max 80 kata rambu2 disana). Saya tidak pindah2 jalur walaupun jalur saya lebih macet dari jalur sebelah. Saya memberi jalan untuk penyebrang jalan dan mobil lain, tapi bukan untuk penyalip. Membuang sampah pada tempatnya. Sebisa mungkin kalau belanja minta ga pake bungkus plastik (di Gramedia ga boleh). Selalu cuci kaki sebelum tidur dan ga pake sendal jepit kalau pergi ke bumi sangkuriang J

Memang pernah juga saya ceroboh menyenggol vespa didepan saya karena sedang sibuk ngetik sms..untunglah mas vespa sehat wal afiat dan tidak marah, malah ia sibuk menenangkan saya yang rusuh minta maaf. “udah mbak ngga apa2 ko, namanya juga kecelakaan..” waah…korban impian…bukan main..sejak itu saya tidak pernah lagi smsan sambil nyetir.

Ada

beberapa kecerobohan lain termasuk soal waktu yang masih suka ngaret, dan menunda2 belajar sampai menjadi ‘terpaksa belajar’..tapi masih berusaha untuk ditertibkan.

Kembali pada angkotisme. Apakah iya ketertiban berbanding lurus dengan tingkat pendidikan? Kadang2 saya berpikir ‘sudahlah namanya juga angkot, kalau mereka pintar pasti sudah jadi pengacara’. Tapi kalau mengingat mobil2 mewah yang menyalip dari sebelah kiri atau berjalan kencang di bahu jalan tol..rasanya teori itu luluh dengan mudah. Jadi apa dong yang ngaruh?

Apa iya satu2nya cara adalah toleran dan menurunkan ekspektasi?

Saya ingat Opa Paul menasehati saya supaya tetap optimis berharap dari negeri ini.

Kayaknya memang harus berbekal kesabaran-tingkat-tinggi..

Seperti saya juga harus sabar terhadap perbaikan diri sendiri yang kadang-kadang mampet..tetap ceroboh dan grasa-grusu..

Tapi gapapa, walaupun sdikit2 tapi making progress..otw menuju destinasi..

Ayo sama-sama. J

Alive..

July 8th, 2006 by dianajelita

There’s always some reason to feel not good enough, and people (me in particular) tend to dramatize their pain..<oh this naive tiny creature> so i repeatedly need to remind myself <and hopefully others..> that i’m (we are) not the most miserable creature in this huge earth. six million billion gazillion people from one day to the next..sticks..and stones..and broken bones. if it doesnt kill u, it would only make u stronger eh?

even with all my great despairs, there’s nowhere in the world i’d rather be. coz nomatter what we might hope for things to be different, there’s no life better than our’s..